saya kurang mengerti dengan diri saya sendiri, saya hanya tau kalau saya adalah orang yang mudah marah karena hal sepele, selalu tidak percaya dengan kemampuan diri sendiri, saya merasa hari hari yang saya jalani ini tidak sesuai yang saya harapkan, merasa tidak berguna saat bersosialisasi dengan orang, merasa gugup jika berada di keramaian ataupun ketika saya dipandang oleh orang lain, sulit mempercayakan sesuatu kepada orang lain, dan sering putus asa dengan pencapaian saya sendiri jika melihat orang lain lebih unggul.
saya sangat ingin sekali menjadi seorang yang mudah sekali berteman dan disukai banyak orang, tetapi saya tidak tau bagaimana caranya, saya merasa takut jika ingin berkenalan dengan orang baru, saya takut pikiran mereka tentang saya saat bertemu saya membuat mereka tdk nyaman, saya takut ketika saya berbicara menyinggung mereka tanpa saya sadari, lalu mereka menjauhi saya. saya takut kesepian tetapi saya juga tidak suka keramaian.
dan saya berfikir dengan meng "IYA" kan semua permintaan mereka, saya bisa lebih berguna untuk mereka, mendahulukan apa yang disukai mereka sedangkan saya tidak menyukai itu dan saya selalu berusaha selalu ada saat orang lain butuh serta meminimalkan saya meminta tolong kpda orang lain. saya merasa dengan itu mungkin orang2 akan menyukai saya.
saya rasa saya juga terlalu menjaga perasaan orang lain yang tentunya tidak memperdulikan perasaan saya. saya memiliki prinsip sendiri "klo gamau disakiti jangan menyakiti, klo mau ditolong, tolonglah orang lain dlu sebagai contohnya." saya cenderung sulit menolak permintaan orang lain, ataupun melawannya karena saya merasa oranglain itu selalu benar.
ketika perkataan orang lain menyakiti hati saya, menghancurkan mental saya, membuat saya tidak percaya diri saya hanya berkata dalam hati "gabole ngebales gitu, katanya mau disukain orang2".
lalu saat saya terlibat dalam masalah, saya selalu merasa bahwa itu semua karena kesalahan saya meskipun jika itu bukan kesalahan saya. saya merasa bahwa saya ini pembawa masalah karena saya tidak berguna untuk orang orang.
hampir setiap hari saya merasa tidak senang juga tidak sedih, saya merasa kalau saya ini gagal jika melihat orang2 yang lebih unggul dari saya, saya kehilangan minat di bidang yang dulunya sangat saya sukai. perasaan hampa selalu menyelimuti saya setiap harinya, mskipun saat itu saya terlihat senang tetapi saya merasa kalau itu hanya ekspresi wajah saya saja, akan tetapi hati saya tidak merasakan apa2.
saya tidak terlalu ingat trauma apa yang saya alami dulu saya hanya ingat saya takut dengan sentuhan fisik tiba2 ditambah dengan nada tinggi.
saya menjalani hari hari saya seperti biasa. ketika saya baru memahami ada apa dengan keluarga saya, saya menjadi orang yang overthinking, takut dalam memutuskan suatu hal, dan menjadi pasrah dengan keadaan seperti "yaudah mau gimana lagi akhirnya juga bakal gini" saya tidak ingin berekspektasi dengan keadaan kedepannya karena saya berfikir kalau akan selalu berakhir tdk seperti yang saya harapkan.
saya merasa di umur saya yang sekarang saya membutuhkan suatu dukungan dengan perhatian2 kecil, tetapi saya sadar saya tdk mendapat itu dalam keluarga saya dan saya merasa bahwa saya juga kurang beruntung dalam hal pertemanan, jadi saya berfikir dengan cara saya memiliki pacar saya bisa mendapat perhatian2 kecil itu, saya sudah menganggap pacar saya seperti rumah kedua saya, dengan bercerita keseharian saya, keluh kesah saya, saya bisa bercerita dengannya, saya berekspektasi dia akan selalu bersama saya selalu, tetapi tidak.
mungkin orang2 akan berkata "halahh cinta umur segitu kann masih cinta monyet" bukan itu yang saya permasalahkan, tetapi saya berfikir apa kesalahan saya kepada dia sehingga dia bisa seperti ini kepada saya. apa semua laki laki itu suka main tangan? apa semua laki laki itu tukang selingkuh seperti ayah saya? dan setelah saat itu kepercayaan saya kepada laki laki ntah itu daddy issue ataupun ketakutan saya terhadap laki laki semakin bertambah, sampai2 saya pernah berfikir kalau dimasa depan saya tidak ingin menikah.
saya tidak bisa mengontrol emosi saya, tetapi saya juga tidak bisa meluapkan emosi saya di depan orang2 karena takut akan menyakiti mereka, jadi saya hanya bisa memendam perasaan itu dengan mengurung diri sendiri saya dikamar seharian bahkan lebih, terkadang saat saya sangat tidak kuat dan putus asa dengan keadaan itu saya suka menyumpal mulut saya dengan bantal dan saya berteriak kencang hingga saya lelah, memukuli kepala saya, menyayati tangan saya dengan benda tajam, menyiksa lambung saya dengan tidak makan beberapa hari bahkan saya pernah memiliki keinginan mengakhiri hidup saya karena saya merasa kalau saya hanya membuat orang lain terbebani dan menyiksa mereka.
saya bukan tipe orang yang terbuka, tetapi ketika keadaan membuat saya harus bercerita sesuatu yang saya rasakan kepada orang lain saya terkejut dengan reaksi mereka yang "kamu kuat banget bisa ngejalanin ini semua" saya baru sadar kalau keadaan saya ini membuat orang lain berfikir seperti itu.
saya rasa yg membuat hari hari saya tidak menyenangkan adalah karena saya terlalu egois kepada diri saya sendiri dan mengharapkan kesenangan oranglain daripada diri saya sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar